Senin

Geolistrik??

Geolistrik adalah suatu metode geofisika yang mempelajari sifat aliran listrik dalam bumi dan bagaimana mendeteksinya dipermukaan bumi. Dalam hal ini meliputi pengukuran potensial, arus, dan medan elektromagnetik yang terjadi, baik secara alamiah maupun akibat injeksi arus kedalam bumi. Oleh karena itu metode geolistrik mempunyai banyak macam, termasuk didalamnya potensial diri, arus teluric, magneto teluric, elektromagnetik, induksi polarisasi, dan resistivity (tahanan jenis).
Oleh karena itu metode geolistrik sendiri secara garis besar dibagi menjadi dua macam, yaitu :

1. Geolistrik yang bersifat pasif
Geolistrik dimana energi yang dibutuhkan telah ada terlebih dahulu sehingga tidak diperlukan adanya injeksi/pemasukan arus terlebih dahulu. Geolistrik macam ini disebut Self Potensial (SP).
Pengukuran SP dilakukan pada lintasan tertentu dengan tujuan untuk mengukur beda potensial antara dua titik yang berbeda sebagai V1 dan V2. cara pengukurannya dengan menggunakan dua buah porouspot dimana tahanannya selalu diusahakan sekecil mungkin. Kesalahan dalam pengukuran SP biasanya terjadi karena adanya aliran fluida dibawah permukaan yang mengakibatkan lompatan-lompatan tiba-tiba terhadap terhadap nilai beda potensial. Oleh karena itu metode ini sangat baik untuk eksplorasi geothermal.


2. Geolistrik yang bersifat aktif
Geolistrik dimana energi yang dibutuhkan ada karena penginjeksian arus ke dalam bumi terlebih dahulu. Geolistrik macam ini ada dua metode, yaitu metode Resistivitas (Resistivity) dan Polarisasi Terimbas (Induce Polarization).
Yang akan dibahas lebih lanjut adalah geolistrik yang bersifat aktif. Metode yang diuraikan ini dikenal dengan nama Geolistrik tahanan jenis atau disebut dengan metode Resistivitas (Resistivity).
Tiap-tiap media mempunyai sifat yang berbeda terhadap aliran listrik yang melaluinya, hal ini tergantung pada tahanan jenisnya. Pada metode ini, arus listrik diinjeksikan ke dalam bumi melalui dua buah elektroda arus dan beda potensial yang terjadi diukur melalui dua buah elektroda potensial. Dari hasil pengukuran arus dan beda potensial untuk setiap jarak elektroda berbeda kemudian dapat diturunkan variasi harga hambatan jenis masing-masing lapisan bawah permukaan bumi, dibawah titik ukur (Sounding Point).
Metode ini lebih efektif bila dipakai untuk eksplorasi yang sifatnya relatif dangkal. Metode ini jarang memberikan informasi lapisan kedalaman yang lebih dari 1000 atau 1500 feet. Oleh karena itu metode ini jarang digunakan untuk eksplorasi hidrokarbon, tetapi lebih banyak digunakan untuk bidang engineering Geology seperti penentuan kedalaman batuan dasar, pencarian reservoar air, eksplorasi geothermal, dan juga untuk geofisika lingkungan.
Jadi metode resistivitas ini mempelajari tentang perbedaan resistivitas batuan dengan cara menentukan perubahan resistivitas terhadap kedalaman. Setiap medium pada dasarnya memiliki sifat kelistrikan yang dipengaruhi oleh batuan penyusun/komposisi mineral, homogenitas batuan, kandungan mineral, kandungan air, permeabilitas, tekstur, suhu, dan umur geologi. Beberapa sifat kelistrikan ini adalah potensial listrik dan resistivitas listrik.
Geolistrik resistivitas memanfaatkan sifat konduktivitas batuan untuk mendeteksi keadaan bawah permukaan. Sifat dari resistivitas batuan itu sendiri ada 3 macam, yaitu :


1. Medium konduktif
Medium yang mudah menghantarkan arus listrik. Besar resistivitasnya adalah 10-8 ohm m sampai dengan 1 ohm m.

2. Medium semikonduktif
Medium yang cukup mudah untuk menghantarkan arus listrik. Besar resistivitasnya adalah 1 ohm m sampai dengan 107 ohm m.

3. Medium resesif
Medium yang sukar untuk menghantarkan arus listrik. Besar resistivitasnya adalah lebih besar 107 ohm m.

(Sumber : Buku panduan praktikum Geolistrik 2008)